Jenis – Jenis Obat Sesak Nafas

Obat sesak adalah obat yang digunakan untuk mengatasi sesak napas. Sesak napas adalah kondisi di mana seseorang merasa kesulitan untuk bernapas. Sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti asma, bronkitis, pneumonia, dan gagal jantung.

Jenis-jenis obat sesak

Ada banyak jenis obat sesak yang tersedia, dan masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda. Beberapa jenis obat sesak yang umum digunakan antara lain:

  • Bronkodilator

Bronkodilator adalah obat yang bekerja dengan cara melebarkan saluran pernapasan. Bronkodilator dapat digunakan untuk mengobati asma, bronkitis, dan pneumonia. Contoh obat bronkodilator yang umum digunakan adalah salbutamol, albuterol, dan terbutaline.

Terbuka di jendela baruwww.sehatq.com

Obat bronkodilator

  • Antihistamin

Antihistamin adalah obat yang bekerja dengan cara menghambat kerja histamin. Histamin adalah zat kimia yang dilepaskan oleh tubuh saat terjadi alergi. Antihistamin dapat digunakan untuk mengobati sesak napas yang disebabkan oleh alergi, seperti asma alergi dan bronkitis alergi. Contoh obat antihistamin yang umum digunakan adalah diphenhydramine, loratadine, dan cetirizine.

Terbuka di jendela baruwww.halodoc.com

Obat antihistamin

  • Obat-obatan untuk gagal jantung

Obat-obatan untuk gagal jantung dapat membantu mengurangi sesak napas yang disebabkan oleh gagal jantung. Contoh obat-obatan untuk gagal jantung yang umum digunakan adalah ACE inhibitor, beta-blocker, dan diuretik.

Terbuka di jendela baruepaper.mediaindonesia.com

Obatobatan untuk gagal jantung

Cara menggunakan obat sesak

Obat sesak harus digunakan sesuai dengan anjuran dokter. Biasanya, obat sesak diminum sesuai kebutuhan atau sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh dokter.

Efek samping obat sesak

Obat sesak dapat menyebabkan efek samping, tetapi efek samping ini biasanya ringan dan hilang dengan sendirinya. Beberapa efek samping obat sesak yang umum antara lain:

  • Gejala-gejala samping bronkodilator
    • Tremor
    • Nyeri kepala
    • Detak jantung cepat
    • Gelisah
    • Gangguan tidur
  • Gejala-gejala samping antihistamin
    • Kantuk
    • Mulut kering
    • Pandangan kabur
    • Gangguan pencernaan
  • Gejala-gejala samping obat-obatan untuk gagal jantung
    • Hipotensi
    • Pusing
    • Kelelahan
    • Sembelit

Jika Anda mengalami efek samping obat sesak yang parah, segera hubungi dokter.

Kapan obat sesak tidak boleh digunakan

Obat sesak tidak boleh digunakan oleh orang-orang dengan kondisi medis tertentu, seperti:

  • Bronkospasme
    • Penyakit jantung koroner
    • Hipertiroidisme
    • Diabetes
    • Glaukoma

Selain itu, obat sesak juga tidak boleh digunakan oleh wanita hamil dan menyusui.

Kesimpulan

Obat sesak dapat membantu mengatasi sesak napas. Namun, penting untuk menggunakan obat sesak secara tepat dan sesuai dengan anjuran dokter. Jika Anda mengalami sesak napas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *